Biadab! Disekap di Tengah Hutan, Gadis 16 Tahun Diperkosa 14 Hari Nonstop, Lalu…

Loading...
(ilustrasi/ist)

MEDANSATU.COM, Makassar – Luar biasa biadab! Gadis 16 tahun diculik dan disekap di sebuah gubuk di hutan pinus. Lalu diperkosa sejumlah pemuda selama 14 hari. Kapan saja, korban diminta melayani nafsu bejat para pemuda itu.

Peristiwa luar biasa sadus ini terjadi di Baraka, Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat ini korban, Mawar (16)-nama samaran-telah diselamatkan dan mengalami trauma berat. Kasusnya telah ditangani Polres Enrekang-Polda Sulsel.

Kasat Reskrim Enrekang, AKP Abdul Haris Nicolaus, membenarkan kejadian pemerkosaan ala sumkuning tersebut. Awalnya korban diajak jalan-jalan oleh salah seorang pelaku berinisial RM.

Korban kemudian dibawa korban ke sebuah gubuk kosong di hutan kawasan Baraka. Ditempat itu korban disekap selama 14 hari atau 2 pekan, dan mengalami kekerasan seksual. “Di rumah (gubuk) itu, pelaku memanggil beberapa orang rekannya dan memperkosa korban secara bergiliran selama 14 hari lamanya,” katanya, Kamis (13/9/2018).

Kasus ini terungkap setelah keluarga melaporkan kehilangan korban selama beberapa hari. “Di gubuk itu, pelaku RM ini memperkosa korban selama 2 hari. Korban diancam akan ditinggalkan di hutan jika tidak mengikuti kemauan pelaku,” ucapnya.

Setelah dua hari menyekap korban, RM kemudian menghubungi temannya yang lain, yaitu RR melalui telepon. Dari komunikasi itu, RM meminta RR untuk membawa makanan.

“Korban kemudian diserahkan kepada RR. RR lalu memindahkan korban ke rumah kebun yang lain yang jaraknya 2 kilometer dari lokasi pertama. Di sana, korban kembali diperkosa oleh RR dan rekannya yang lain,” terangnya.

“Jadi selama disekap, korban hanya diberi makan oleh pelaku yang dibawanya. Pakaian yang digunakan korban selama disekap 14 hari adalah pakaian yag sama saat pertama kali disekap,” sambungnya.

Baca juga
Nafsu Lihat Istri Tetangga, Pemuda Ini Nekat Menyelinap ke Kamar, Fatal akibatnya...

Di lokasi kedua inilah korban disekap selama belasan hari. Tiap hari korban disebut harus melayani nafsu bejat RM bersama rekan-rekannya. “Jadi kita kembangkan penyelidikan dan akhirnya mendapati korban berada di rumah kosong di hutan. Kondisinya memprihatikan dan trauma,” kata AKP Haris.

Menurutnya, korban saat ini menjalani terapi dan saat ini telah didampingi Polres Enrekang. (medansatu.com/detik.com)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...