Ungkapan Haru Siliyana Manurung Setelah Kasus Persekusi yang Menimpa Dia dan Ibunya Viral…

Loading...
Ibu Siliyana (kanan) saat kepulangannya ke rumah. (foto: Facebook/Siliyana Angelita Manurung)

MEDANSATU.COM, Medan – Korban persekusi massa di Medan, Siliyana Angelita Manurung, memposting perkembangan kasus yang menimpa ia dan ibunya di akun Facebooknya, Jumat pagi (14/9/2018).

(foto: Facebook/Siliyana Angelita Manurung)

Dalam postingannya tersebut, dia menyebutkan mereka telah didampingi LBH Medan. Dia juga menceritakan, ibunya telah dilepaskan dari sel tahanan Polsek Medan Area setelah menginap 1×24 jam dengan tuduhan membeli sepatu curian.

Siliyana mengatakan, para pelaku yang menelanjangi ibunya dan mengaraknya ke lapangan, serta menghancurkan rumah dan warung tuak mereka telah dicari polisi. Dia juga berterimakasih kepada warganet yang membuat postingannya viral.

Berikut selengkapnya:

“Selamat Pagi untuk semua teman2 fb,saudara2 semua..
Saat ini perkembangan kasus nya adalah Pihak Berwajib sedang mencari tersangka untuk dibawa ke Poltabes Medan .
Saya sangat berterimakasih kepada teman2 semua yg ber empati dengan kasus penganiayaan yg saya alami pada Hari Rabu 12 September 2018 sekitar antara pukul 07.00-08.00 pagi hanya karena saya ingin memeluk dan melepaskan ikatan tangan mamak saya yang diperlakukan seperti layaknya binatang karena kekeliruan mamak saya yg membeli sepasang sepatu dari 2 anak laki2 pada hari selasa tengah malam yg ternyata sepatu itu barang curian .
Pro dan kontra adalah hal biasa..
tapi saya percaya uluran tangan Tuhan tidak bisa direkayasa.
dalam kasus ini saya sangat percaya,
Hari ini saya masih bisa berdiri dengan keyakinan dan kekuatan dari saudara2 semua melalui doa yg saudara berikan untuk saya terus berjuang mendapatkan keadilan atas apa yang sudah saya alami. Dan ketika pagi ini saya bangun, hati saya pun sangat lega melihat ada mamak saya tertidur sangat pulas disamping saya, ketika dia mamak saya dibawa dan merasakan 1×24 jam dingin nya berada dalam jeruji besi Polsek Medan Area pada hari Rabu 12 September 2018. Dan saya beserta kuasa hukum saya dari LBH Medan menjemput mamak saya ke Polsek Medan Area pada hari Kamis 13 September.
Atas semua yg saya alami membuat saya sangat terpukul sekali, tapi saya sangat bersyukur beberapa hari ini untuk menangani kasus yg saya alami saya didampingi kuasa hukum dari Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Kota medan bersama LBH Medan dan mendapat dukungan dari Parsadaan Pomparan Raja Toga Manurung Dohot Boruna se Indonesia ( PATAMBOR INDONESIA) beserta seluruh teman2 , kerabat dekat dan teman2 media . maaf jika saya tidak sempat membalas pesan2 yang masuk dan komentar di fb, saya harap teman2 memaklumi nya..Jika teman2 ingin mengetahui kasus saya lebih lanjut ataupun ada dari saudara yg ingin membantu saya bisa menghubungi melalui kuasa Hukum saya ARMADA SIHITE, SH KADIV. ADVOKASI LBH MEDAN dkk.
Saya masih memerlukan bantuan doa dari saudara2 semua semoga pelaku segera tertangkap Karena saya masih belum berani pulang sebelum terlapor dengan inisial MP ditangkap, untuk menghindari hal2 yang tidak di inginkan terjadi kepada saya dan ibu saya. Jadi saya meminta agar kapoldasu memerintahkan jajaran nya utk segera menangkap terlapor… Terimakasih
Syalom..
Horas!!”

Sebelumnya diberitakan, dituduh mencuri sepatu, seorang ibu yang telah menua diarak massa hanya mengenakan pakaian dalam dan diikat seperti binatang. Saat anak gadisnya menolong, ia malah ditinju.

Baca juga
Total 13 Tersangka, Anak Buah Oknum DPRD Gembong Narkoba Ditangkap di Kualanamu

Tak cuma itu, warung tuak dan rumahnya di Jalan Jermal 15, Keramat Indah, Medan, juga dihancurkan serta diancam akan diusir dari kampung. Peristiwa persekusi ini viral setelah diunggah anak gadis korban, Siliyana Angelita Manurung, ke Facebook.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...