5 Paket Misterius dari China Diterima Warga Medan, Termasuk Ketua Bawaslu Sumut

Loading...
Ketua Bawaslu Sumut Safrida Rasahan menujukkan dua paket yang dikirim dari China yang tak pernah dipesannya. (foto: istimewa)

MEDANSATU.COM, Medan – Paket kiriman misterius dari China yang diduga berisi barang mencurigakan nyasar ke Kantor Bawaslu Sumut.

Paket misterius sempat menghebohkan staf Bawaslu, karena penerimanya tertulis Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan, dengan alamat tujuan Kantor Bawaslu Sumut, Jalan Adam Malik No. 193, Medan.

Kehebohan terjadi, karena si penerima paket misterius tersebut memastikan tak pernah memesan barang tersebut. Paket yang belum diketahui isinya tersebut langsung diamakan petugas sekuriti.

Paket misterius tersebut dibungkus kerta warna putih dibalut plastik bening dengan alamat pengirim dan penerima tertera lengkap, berikut nama perusahaan jasa ekspedisinya.

Dalam paket misterius itu tertulis, pengirim bernama Tang Li, alamat Kota Ghuangzou, China. Penerimanya tertulis, Syafrida R Rasahan, Ketua Bawaslu Sumut. Syarida sendiri mengaku terkejut, karena tak pernah memesan barang ke China.

“Masayarakat Sumut, saya hari ini menerima paket yang pengirimnya berasal dari Ghuanzou, China. Saya merasa tidak pernah memesan paket ini dari online shop manapun dan saya sudah cek email saya,” katanya.

“WA saya dan SMS saya tidak pernah ada pemesanan dari China. Terkait hal ini saya berharap masyarakat sumut lebih bijak, saya sendiri akan melakukan pelaporan kepada pihak berwajib, dalam hal ini pihak kepolisian,” tambahnya.

“Karena menurut kurir, barang ini banyak dikirim, saya juga ada dapat informasi dari grup WA dari teman saya di Yogyakarta, saudaranya menerima peket seperti ini,” sebutnya.

Sementara kurir perusahaan ekspedisi tersebut, Doni mengatakan, ada lima paket yang sama yang dikirim oleh orang yang sama, yakni Tang Li. “Ada lima paket yang akan dikirim, rata-rata di Kecamatan Medan Petisah,” kata Doni.

“Barangnya sama pengirimnya Tang Li. Ukurannya beda-beda, ada yang besar isi sepatu, yang menerima rata-rata komplain semua bang dan mengaku tidak ada pesan. Ada juga yang buka paketnya, isinya cincin dan sepatu. Rata-rata semuannya cod harga Rp 900 ribu, kalau yang ini murah bang. Penerima takut juga sih karena merasa gak pesan,” terangnya. (medansatu.com/angga)

Loading...
loading...
Loading...