Pelaku Minta Maaf, Penganiayaan Anggota TNI AU di Medan Berakhir Damai, Ini Suratnya…

Loading...
JH, saat meminta maaf kepada Pelda MC. (medansatu.com/ist)

MEDANSATU.COM, Medan – Kasus penganiayaan anggota TNI AU Lanud Soewondo, Pelda MC, oleh pengusaha toko mainan di Jalan Brigjen Zein Hamid, Titi Kuning, Medan, berakhir damai.

Perdamaian dilakukan setelah kedua belah pihak menandatangani surat perjanjian damai di atas kertas bermaterai 6000. Perihal perdamaian tersebut disampaikan Danlanud Soewondo, Kolonel (Pnb) Poltje Linkey didampingi Dansat POM Mayor POM, I Gede Eka Santika didampingi Kepala Hukum, Kapten E Wardoyo, dalam keterangan tertulis kepada media, Selasa (25/9/2018).

Surat perjanjian yang ditangani kedua belah pihak. (medansatu.com/istimewa)

“(Perdamaian) pada hari Senin 24 September 2018, sekira pukul 21.00 WIB, telah diselesaikan secara kekeluargaan dan dituangkan dalam bentuk surat perjanjian,” sebut Kolonel Poltje.

Dalam surat perjanjian tersebut, JN selaku pemilik toko mainan menyatakan permintaan maaf dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya. Dia juga menanggung seluruh biaya perobatan Pelda MC hingga pulih seperti sedia kala. Lalu, Pelda MC juga tidak akan melakukan penuntutan. Selain surat perjanjian damai, permintaan maaf juga disampaikan JH dalam bentuk video.

Sebelumnya pada Minggu malam (23/9/2018), Pelda MC dianiaya hingga babak belur oleh JH dan karyawannya. Penganiayaan tersebut mengakibatkan Pelda MC mengalami sejumlah luka, dan harus dirawat di RS Putri Hijau Medan.

Penganiayaan berawal saat Pelda MC meminta agar playstation anaknya dikembalikan, namun JH meminta uang pembatalan reperasi sebesar Rp 100 ribu. Akhirnya cekcok berujung penganiayaan Pelda MC pun tak terelakkan. (medansatu.com/hendrix/m24j)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...