Ini Hitung-hitungan Mengapa Harga Pertamax Jadi Rp 10.400, Balasan untuk Kubu Sebelah…

Loading...
(ilustrasi/foto: jawapos)

MEDANSATU.COM, Jakarta – Kenaikan harga BBM jenis Pertamax menjadi Rp 10.400 per liter jadi komoditas seksi jelang Pilpres 2019.

Keputusan pemerintah tersebut banyak dikritik sejumlah pihak, termasuk kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kritikan tersebut langsung dibalas Partai Hanura yang merupakan pendukung Presiden petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Jubir Prabowo-Sandi ngoceh kalau harga Pertamax nggak berpihak kepada masyarakat, apalagi Fadli Zon bilang naik-nya tinggi sekali, apa bener tuh?” ujar Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah Zubir, Kamis (11/10/2018).

Sebelumnya Fadli Zon yang merupakan Waketum Partai Gerindra mengkritik kenaikan harga Pertamax dengan mengubah lirik lagu ‘Naik-naik ke Puncak Gunung’. Lirik tersebut diubah dengan menyebut harga BBM naik tinggi sekali.

Inas memandang kritik Fadli lebih seperti orang yang tak paham dengan mekanisme kenaikan harga BBM. Inas punya penjelasannya. Dia mengatakan, Pertamina dalam menghitung harga BBM berdasarkan rata-rata 3 bulan terakhir dan rata-rata harga MOPS (Mean of Platts Singapore atau penilaian produk untuk trading minyak di kawasan Asia) Mogas 92/Pertamax pada periode Agustus 2018-Oktober 2018 sebesar USD 88,67 per barel.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...