Kisah Alpiah Makasebape, Pengasuh Ade Irma Suryani

Alpiah ke Markas Marinir, Lapor Penyerbuan di Rumah Pak Nasution

Loading...
Alpiah Makasebape, Pengasuh Ade Irma Suryani. (foto: sriwani andolong/manadopos/jpnn)

MEDANSATU.COM, Manado – Peristiwa G30 S/PKI 53 tahun silam masih membekas dan jelas diingat, Alpiah Makasebape. Wanita 81 tahun asal Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), ini merupakan mantan pengasuh Ade Irma Suryani Nasution, yang gugur dalam peristiwa kelam itu.

Sampai sekarang Alpiah masih belum percaya dia dipilih menjadi pengasuh Ade Irma, putri bungsu Jenderal Abdul Haris Nasution itu. Perempuan yang biasa disapa Oma Tintang ini mengisahkan, dirinya sejak usia muda sudah meninggalkan kampung halaman untuk meringankan beban orang tua.

Mulai dari yang terdekat, Kota Tahuna, lanjut ke Manado, Makassar, dan Jakarta. Di sini, Oma Tintang bergabung dengan Yayasan Tilaar yang menampung serta menyalurkan tenaga-tenaga perawat handal.
Maklum, sebelum merantau, dia sempat bekerja di Rumah Sakit Umum Liun Kendage, Tahuna, selama beberapa tahun. Takdir pun mempertemukan Oma dengan keluarga Nasution.

Dari sekian banyaknya nursing home, perempuan asal Sangihe yang kala itu tidak terlalu lancar berbahasa Indonesia ini, dipercayai menjadi seorang pengasuh anak seorang jenderal.

Sekira Maret 1960, kira-kira dua minggu setelah Ade Irma lahir (19 Februari 1960), Johana Sunarti Nasution mencari calon pengasuh buat putri keduanya di Yayasan Tilaar. Terpilihlah Oma Tintang.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...