Heboh Video Viral Matahari ‘Kembar 4’ di Kepri, Ini yang Terjadi…

Loading...
Screenshot video matahari 'kembar 4' yang viral di medsos. (medansatu.com/WA)

MEDANSATU.COM, Jakarta – Video penampakan matahari ‘kembar 4’ di Kepulauan Riau (Kepri) viral. Video tersebut menyebar melalui media sosial (medsos) WhatsApp.

Dalam video berdurasi 1 menit 9 detik tersebut, warga terlihat heboh dan merekam fenomena ganjil tersebut. Bahkan ada video yang beredar dengan cover musik relegius.

Warga heboh karena sebelumnya tak pernah melihat fenomena seperti itu. Perdebatan pun terjadi, ada yang menganggap video itu hoax dan hasil editan. Namun tak sedikit yang memastikan apa yang terlihat di video benar-benar terjadi.

Ternyata ada penjelasan ilmiah terkait video penampakan matahari ‘kembar 4’ yang beredar sejak dua hari lalu itu. Fenomena itu ternyata sering terjadi dan bisa dijelaskan secara ilmiah.

Peneliti Sains Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Erma Yulihastin, Kamis (11/10/2018) mengatakan, fenomena matahari seperti itu disebut sun dog.

Sun dog berarti sebuah fenomena di mana matahari terlihat lebih dari satu. Erma mengatakan, jumlah matahari tidak bertambah, tetap satu. ‘Kembarannya’ muncul hanya pantulan dari sinar matahari. Matahari seolah bertambah karena sinarnya menerobos awan sirus, awan yang mengandung kristal es.

“Syarat pertama, pembentukan di musim kemarau ketika uap air sangat minim, kering dan dingin. Kedua harus ada awannya, awan sirus yang mengandung kristal es, sehingga dia yang nantinya berfungsi sebagai restructor sinar matahari sehingga (matahari) bisa tampak menggandakan diri seperti itu,” katanya seperti dilansir detik.com, hari ini.

Erma sendiri mengaku kaget melihat fenomena sun dog seperti terlihat dalam video. Sebab, dalam video tersebut jelas terlihat bahwa matahari tampak banyak.

“Sebenarnya, bentuknya juga nggak selalu persis seperti matahari juga, bisa seperti pancaran cahaya yang membaur, bisa juga nggak terlalu jelas mataharinya. Tapi yang beredar kan yang jelas banget, ya, itu mungkin karena posisi matahari itu rendah. Jadi memungkinkan untuk menggandakan diri, terlihat seperti itu,” terangnya.

Erma mengatakan fenomena sun dog lebih sering terjadi di luar negeri. “Karena awannya lebih dingin,” tandasnya. (medansatu.com/whatsapp/detik.com)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...