Petugas Curiga, Ternyata dalam Pembalut Wanita Penuh Darah Ada…

Loading...
Pengunjung di Lapas Pamekasan. (foto: kompas.com)

MEDANSATU.COM, Jatim – Petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) curiga saat memeriksa seorang wanita yang akan menjenguk napi. Saat dilakukan pemeriksaan badan, petugas menemukan bagian intim wanita itu terasa keras.

Curiga, petugas pun memaksa wanita itu untuk membuka pembalut yang dipakainya. Namun wanita itu tetap berdalih, ia sedang menstruasi. Petugas tetap tegas, dan meminta wanita itu segera membuka pembalutnya.

Saat dibuka, di pembalut itu banyak noda darah. Petugas yang curiga kemudian melakukan pemeriksaan. Dan, ditemukan sebuah HP di dalam pembalut tersebut. Rupanya wanita itu hendak menyelundupkan HP ke dalam lapas. Meski barang legal, namun alat komunikasi merupakan barang terlarang di Lapas atau di Rutan.

Peristiwa ini terjadi Lapas Pamekasan, Jawa Timur (Jatim). Percobaan penyelundupan HP ke dalam lapas dibenarkan Kalapas pamekasan, M Hanafi. “Kejadiannya tiga hari nyang lalu,” terangnya seperti dilansir kompas.com, Jumat (19/10/2018).

Hanafi mengatakan, penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas menggunakan pembalut wanita, merupakan modus baru. Dia mengatakan, baru kali ini menemukan modus seperti itu. “Diduga dengan memasukkan handphone ke dalam pembalut wanita, akan membuat petugas tidak akan memeriksanya,” sebutnya.

Apalagi, pembalut yang dugunakan penyelundup sudah ada percikan darahnya. Namun petugas tidak mau lengah. Meskipun sudah berdarah, pembalut tersebut tetap dibuka dan isinya sebuah handphone.

“Saya tidak tahu apakah darah dalam pembalut itu asli darah haid atau darah lain. Namun karena berisi handphone yang akan diselundupkan, tetap kami amankan,” terangnya. (*/medansatu.com/kompas.com)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...