Melihat ‘Gurihnya’ Bisnis Ikan Lele Salai di Rantauprapat

Loading...
(medansatu.com/habibi)

MEDANSATU.COM, Labuhanbatu – Setiap hari berkisar 40 Kg ikan lele dumbo segar dibelah dan dibuang isi perutnya oleh Iwan dibantu istrinya, Ulfa.

Hal tersebut adalah tahapan awal proses penyalaian/pengasapan ikan bernama latinnya Clarias gariepinus itu, di kediaman mereka, Gang Bukit, Jalan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut.

(medansatu.com/habibi)

“Jika selesai disalai atau diasap beratnya menjadi sekitar 20 Kg, berkisar lima puluh persen susut beratnya,” kata pedagang ikan salai yang akrab disapa Bang Iwak itu saat dikunjungi medansatu.com, Kamis (1/11/2018).

Ikan lele salai tersebut adalah bisnis keluarga ayah 6 orang anak itu sejak enam tahun lalu, namun sejak 3 tahun belakangan lebih fokus menjalani roda bisnis ekonomi keluarga tersebut.

(medansatu.com/habibi)

“Sejak tahun 2012 lalu, sudah enam tahun kami jualan mulai di Pajak Baru sampai sekarang di Pajak Gelugur. Tapi sejak tiga tahun belakangan kami fokus menjalani bisnis ini, karena sejak 2012 sampai 2015 kami jual ikan basah dan ikan salainya hanya sampingan (pelengkap) saja, hanya sekitar 10 Kg sampai 20 Kg setiap harinya kami jual,” sebut pria usia 45 tahun itu sambil membelah ikan lele bersama istrinya.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...