Ngaku Dituduh Penyebab Jatuhnya Lion Air, Wanita Ini Nekat Bakar Diri…

Loading...
(file/medansatu.com/dok)

MEDANSATU.COM, Jakarta – Ngaku dituduh sebagai penyebab jatuhnya Lion Air JT610 di perairan Karawang, seorang wanita nekat bakar diri. Sebelumnya ia telah beberapa kali mencoba bunuh diri, namun gagal mati.

“Wanita yang melakukan percobaan bunuh diri dengan cara bakar diri itu bernama, Sri Wahyuni (49), warga Ciputat,” kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Alexander Yurikho, Kamis (8/11/2018)

AKP Alexander mengatakan, peristiwa itu berawal saat korban membeli 2 botol sprite dan tablet Neo Napacin di warung yang berada tak jauh dari rumahnya. “Korban kemudian ditegur oleh saksi bahwa tidak boleh minum Sprite dicampur Neo Napacin, namun dijawab oleh korban tidak apa-apa,” ujarnya.

Tak lama kemudian, korban membakar diri di ruang tengah dengan menyiram minyak tanah dari botol mineral dan pemantik api. “Suami korban kemudian menarik korban keluar rumah kontrakan,” tambahnya.

Suami dan sejumlah tetangga berusaha memadamkan api pada tubuh korban dengan menyiram air dan menyemprotkan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

Saat tubuh korban terbakar, saksi mengatakan korban berkata, ‘Saya dituduh membunuh orang, saya dituduh berzinah dengan orang Arab, saya dituduh penyebab kecelakaan Lion Air, saya mau dibawa Raja Iblis tapi tidak mempan. Makanya saya minum Napacin 8 butir tambah 2 botol sprite akhirnya ga mati, saya jihad di jalan yang benar, tuduhan raja iblis itu palsu makanya saya bakar diri’.

Setelah menerima laporan, petugas piket Polsek Ciputat yang dipimpin Aiptu Sunarto mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Polisi dan suami korban kemudian membawa korban ke RSUD Tangsel untuk dilakukan perawatan intensif.

AKP Alexander belum bisa memastikan apakah korban mengalami gangguan kejiwaan atau tidak. Polisi berencana berkomunikasi dengan psikiater dalam penanganan kasus tersebut. “Psikiater sama psikolog belum berkomunikasi dengan terduga orang yang melakukan percobaan bakar diri karena alasan medis,” ujarnya. (*/medansatu.com/detik.com)

Loading...
loading...
Loading...