Ogah-ogahan Melayani, Suami Ngamuk Bacoki Istri Hingga Tewas, Disaksikan 3 Anaknya…

Loading...
Jumpa pers kasus pembunuhan di Gunung Sitoli. (foto: metro-online.co)

MEDANSATU.COM, Gunungsitoli – Keji! Istri dibacok dua kali dari belakang. Lalu merangkak, dibacok lagi. Lari keluar rumah, dibacok kepalanya hingga tewas mengenaskan.

Polres Nias-Polda Sumut-berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya di Gunung Sitoli, Sumatera Utara (Sumut).

Informasi yang dihimpun, Jumat (9/11/2018), pelaku MZ (36) tega membunuh istrinya, YG alias Ina Agus (37), karena kesal tak dilayani dengan baik.

Pembunuhan tersebut terjadi di rumah mereka, di Dusun Sisobahili, Desa Hambawa, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli. “Tersangka ditangkap 3 jam setelah kejadian,” kata Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan SIK SH dalam jumpa pers di Mapolres Nias, Kamis (8/11/2018).

AKBP Deni mengatakan, tersangka ditangkap saat bersembunyi di rumah tetangganya. “Alasan tersangka tega menghabisi nyawa korban dikarenakan tersangka kesal terhadap korban yang selalu cuek terhadapnya,” terangnya.

Kejadian berawal saat tersangka meminta korban untuk mengoleskan balsem di kaki tersangka, karena saat itu tersangka sedang menggigil kedinginan. “Korban menuruti permintaan tersangka, namun dengan berat hati dan sambil mengerutu,” ujarnya.

Karena istrinya terkesan tak melayaninya dengan ikhlas, tersangka lalu pergi ke dapur dan mengambil parang. “Tersangka menghampiri korban yang masih duduk di lantai dan langsung membacok pundak korban dari belakang sebanyak dua kali, korban merangkak ke arah sebelah kanan dan bersandar di dinding rumah sambil berteriak minta tolong,” sebutnya.

Tersangka kemudian kembali membacok korban di bagian dada dan leher berulang kali. “Kejadian itu disaksikan oleh tiga orang anak korban, korban terus berupaya menyelamatkan diri dengan berlari keluar rumah menuju jalan umum,” terangnya.

Belum puas, tersangka terus mengejar dan mendekati korban, kemudian membacok korban di bagian kepala, punggung dan tangan berulang kali sampai korban tak bergerak sama sekali dan meninggal dunia di tempat.

Baca juga
3 Sahabat Ini Saling Menjeblokkan Saat Digerebek Polisi...

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 338 KUHPidana jo Pasal 44 ayat (3) UU RI No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman 20 tahun penjara. (*/medansatu.com/metro-online.co)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...