Kebejatan Ayah Kandung Terungkap Saat Bocah Ngaku Haid Ketika Disuruh Ngaji…

Loading...
Tersangka saat ditanyai Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi. (foto: detik.com)

MEDANSATU.COM, Jatim – Perbuatan pria berinisial PH (32) sungguh bejat. Ia tega memperkosa putri kandungnya sejak 5 tahun lalu, saat bocah itu masih TK.

Namun akhirnya perbuatan ayah kandung bejat itu terungkap setelah nenek sang bocah curiga. Awalnya, korban selalu mengatakan sedang haid saat disuruh mengaji.

Karena janggal bocah sekecil itu sudah haid, sang nenek pun menginterogasinya. Kepada sang nenek, korban pun menceritakan perbuatan bejat ayah kandungnya sejak bertahun-tahun lalu. Cerita itu disampaikan sang nenek kepada ibu korban.

“Akhirnya ibu korban melaporkan hal ini ke Polres Banyuwangi,” ujar Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Senin (26/11/2018).

Selama ini korban memang tinggal bersama neneknya pasca perceraian kedua orang tuanya. Ibu korban, SP (30), tinggal di Bali. Sedangkan tersangka tetap tinggal di Karangrejo, namun di rumah yang berbeda.

Dari hasil pemeriksaan, kata kapolres, pelaku melakukan perbuatannya pertama kali pada bulan Agustus tahun 2013. Berdasarkan pengakuan korban, dia dipaksa melayani ayahnya setiap 2 minggu sekali. Perbuatan terakhir dilakukan September 2016. “Pertama kali perbuatan itu dilakukan di bengkel sekaligus rumah milik pelaku,” ungkapnya.

Pelaku memperkosa anaknya disertai ancaman. Jika korban tidak mau, tersangka mengancam akan memukuli anaknya. Sehingga korban ketakutan dan hanya bisa pasrah. Kondisi inilah yang dimanfaatkan tersangka sehingga terus mengulangi perbuatannya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 76 D jo Pasal 81 ayat (1), (3) UU No. 5 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

“Hukuman dapat diperberat sepertiga dari ancaman hukuman karena dilakukan ayah kandung,” tegasnya.

Sementara tersangka membuat pengakuan berbeda dari korban. Dia mengaku hanya melakukan perbuatan amoral itu sebanyak tiga kali. Mengenai alasanya melakukan perbuatan itu, dia mengaku khilaf. “Saya khilaf, saya lupa,” katanya. (*/medansatu.com/detik.com)

Loading...
loading...
Loading...