Pulpen Tembus ke Mata, Santri di Batam Buta Akibat Tamparan Guru…

Loading...
(ilustrasi/ist)

MEDANSATU.COM, Batam – Amarah Sandy Ariansyah tak terbendung saat mengetahui 7 muridnya tak mengerjakan tugas. Pria yang menjadi guru di Ponpes Az-Zainiyah, Batam, itu menghukum masing-masing muridnya dengan tamparan di pipi sebanyak 2 kali.

Namun malang, Sandy membuat salah seorang muridnya celaka. Korbannya adalah MD. Saat ia menampar murid lain MF menggunakan buku, tiba-tiba pulpen yang di dalam buku itu melayang mengenai mata sebelah kiri MD yang sedang menunggu giliran untuk ditampar. Mata kiri MD pun luka robek.

Luka tersebut mengenai kornea kiri, tembus dengan ketebalan kornea kurang lebih empat milimeter. Pelangi mata terjepit di bibir luka kornea. Luka robek juga ditemukan pada sklera sepanjang 10 sampai 15 milimeter ke arah belakang.

Sandy tak menyadari kalau pena dalam buku tersebut mengenai mata muridnya. Bahkan setelah menampar MF, MD yang sedang menahan pedih di matanya harus menjalani giliran hukuman tamparan Sandy. Kasus ini kemudian dilaporkan oleh keluarga MD ke polisi.

Persidangan perdana dengan Sandy sebagai terdakwa dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (29/11/2018).

Kesimpulan dari hasil pemeriksaan didapatkan luka akibat benda tumpul, berupa luka robek di mata kiri. Akibat hal tersebut MD kehilangan salah satu panca inderanya. Mata kirinya mengalami kebutaan.

Hal ini tertera dalam hasil visum et repertum Nomor: RM/711/RSABVER/IX/2018 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr Hafizah SpM selaku dokter pemeriksa di RSUD Awal Bross, Kota Batam.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...