31 Jenazah Pekerja Belum Bisa Dievakuasi, Ultimatum Menhan Untuk KKB: “Menyerah Atau….”

Loading...
KKB Papua. (foto: istimewa)

MEDANSATU.COM, Jakarta – Ini ultimatum untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menembak mati 31 pekerja proyek jalan Trans Papua: ‘Menyerah atau Diselesaikan…’

Kekejaman KKB di Papua mendapat kecaman dari sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. Menhan bahkan menyebut KKB bukan kelompok kriminal, tapi pemberontak.

“Dia (KKB) itu bukan kelompok kriminal tapi pemberontak. Kalau sudah nembak-nembak begitu ya siapapun lah. Tidak ada kriminal nembak sebanyak-banyak orang itu, ngapain,” imbuhnya.

Ryamizard menjelaskan alasannya menyebut KKB pemberontak. Sebab kelompok itu ingin memisahkan Papua dari Indonesia. “Ya kan mau memisahkan diri, Papua, dari Indonesia. Itu kan pemberontak, bukan kriminal lagi. Penanganannya harus TNI. Kalau kriminal iya, polisi. (Orang) Lama-lama. Itu-itu juga orangnya,” katanya.

Dia mengatakan, penanganan kasus itu sudah menjadi tugas pokok kementeriannya. Dia menegaskan tak ada kata negosiasi dalam penanganan kasus itu.

“Ingin memisahkan Papua dari Indonesia itu apa? Ingat, ingin memisahkan diri. Tugas pokok Kementerian Pertahanan, tugas pokok juga untuk TNI, satu, menjaga kedaulatan negara. Kedua, menjaga keutuhan negara. Tiga, menjaga keselamatan bangsa,” tutur Ryamizard.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...