3 Fakta Sulitnya Evakuasi Jenazah Korban Pembantaian KKB: Helikopter TNI Ditembaki Hingga…

Loading...
Ilustrasi. (foto: istimewa)

MEDANSATU.COM, Papua – Evakuasi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, tak mudah. Selain faktor cuaca dan medan yang berat, ada juga ancaman penyerangan dari kelompok pemberontak. Bahkan, helikopter TNI sempat ditembaki.

1. Evakuasi Jenazah, Heli TNI Ditembaki KKB dan Kena Baling-baling

Anggota Yonif 755/Yalet, Serda Handoko, gugur. Ia menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Pos Mbua, Kabupatan Nduga. Saat jenazahnya dievakuasi ke Kenyam, helikopter TNI AD ditembaki oleh anggota KKB.

“Jenazah prajurit TNI yang gugur Serda Handoko, dan satu orang prajurit yang menderita luka tembak telah berhasil dievakuasi ke Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, dengan menggunakan heli TNI AD sekitar pukul 11.55 WIT,” ujar Waka Pendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi di Jayapura kepada wartawan, Rabu (5/12/2018).

Saat hendak melakukan evakuasi, heli itu sempat mendapat tembakan dari anggota KKB dan mengenai baling-baling. “Tembakan terhadap heli tidak ada masalah karena hanya kena di baling-baling dan heli berhasil membawa korban ke Kenyam,” tambahnya.

Jenazah Serda Handoko telah diautopsi dan ditemukan ada luka tembak di bagian punggung. “Saat ini jenazah disemayamkan di Pos Kodim Kenyam, Kabupaten Nduga, menunggu sore untuk diterbangkan menuju Timika untuk diserahkan kepada Satuan Brigif 20 Timika,” tambahnya.

3. KKB Kejar Korban Selamat Hingga ke Pos TNI

Loading...
loading...
Loading...
Loading...