Sosok Serda Handoko, Anggota Kostrad yang Gugur Lindungi Korban Selamat Pembantaian KKB

Loading...
Almarhum Serda Handoko sangat dekat dan sayang anak-anak Papua. (foto: Facebook)

MEDANSATU.COM, Papua – Serda Handoko gugur ditembak gerombolan separatis pimpinan Egianus Kogoya. Anggota Batalyon Infanteri 755/Yalet Kostrad itu ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua saat melindungi korban selamat pembantaian yang berlindung di Pos TNI di Mbua.

Bahkan helikopter TNI yang mengevakuasi jenazahnya, Rabu (5/12/2018), ditembaki gerombolan pemberontak itu. Tembakan hanya mengenai baling-baling. Tembakan balasan pun terjadi hingga terjadi baku tembak di puncak Kabo.

Saat penembakan terjadi, Serda Handoko sedang bertugas sebagai Wadan Pos di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Selasa (4/12/2018). Keluarga almarhum, keluarga besar Batalyon Infanteri 755/Yalet Kostrad, maupun kerabat merasa kehilangan atas kepergian almarhum yang terkenal baik, sopan, ramah, pendiam dan tidak suka banyak bicara.

Melansir berbagai sumber, Jumat (6/12/2018), ini sosok Serda Handoko, pahlawan yang gugur saat bertugas di Pos TNI Mbua. Prajurit kelahiran Desa Sumberjo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng), ini gugur dalam usia 24 tahun.

Putra pasangan Sukram dan Warni ini memulai karir militernya sejak 2015 lalu dan langsung bertugas di Batalyon 755 Yalet Kostrad. “Betul, Serda Handoko lahir di Dusun Kedungwaru Desa Sumberejo. Saat ini, yang tinggal di sini hanya mbah-nya. Sementara, kedua orang tuanya sudah tinggal di Papua,” terang Kades Sumberejo.

Serda Handoko tergabung bersama 150 anggota TNI dari Batalyon 755 Yalet Kostrad bertugas di Kabupaten Nduga, sejak bulan Maret 2018 lalu. Agus Setiawan teman kecil Serda Handoko saat dimintai tanggapan terhadap sosok almarhum mengatakan, mengenal dan berteman dengan almarhum sejak kecil, tumbuh dan besar bersama di kampung Malajapa, Distrik Malabotom, (Klamono dulunya, red), Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

(foto: Facebook)

Loading...
loading...
Loading...