Gempar! Mandi Darah, Widodo Merangkak Keluar Rumah dengan Leher Tergorok, Ini Kronologinya…

Loading...
Petugas memeriksa luka gorokan, dan tikaman di sekujur tubuh korban. (medansatu.com/jh siahaan)

MEDANSATU.COM, Langkat – Gempar! Dalam kondisi mandi darah, leher tergorok dan tubuh penuh luka tusukan, penjual pisang keluar dari rumah, datang ke rumah tetangga. Ngeri, ini kronologi lengkapnya…

Warga Jalan Medan-Tanjung Pura, tepatnya kawasan Simpang Alur Rejo, Desa Securai Selatan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, mendadak heboh. Pasalnya, seorang penjual pisang, Surya Widodo (30), warga perantau asal Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai, ditemukan dengan kondisi mengerikan.

Informasi yang dihimpun medansatu.com, Senin (10/12/2018), peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari di rumah kontrakannya. Saat itu korban sedang tidur di rumah kontrakannya, tiba-tiba ada seorang seorang pria yang tidak dikenal membawa senjata tajam, langsung masuk ke dalam kamar korban.

Seketika korban terbangun. Melihat korban terbangun, pelaku langsung menganiaya korban dengan cara menikam korban secara membabi buta pada bagian perut, tangan, dan sejumlah bagian tubuh lainnya, lalu mencoba menggorok leher.

Korban yang ketakutan, berusaha menyelamatkan nyawanya di detik-detik terakhir. Ia lalu pura-pura mati, sehingga pelaku langsung menghentikan aksi kejinya. Melihat korban terkapar tak berdaya, pelaku pelaku kemudian mengambil tas milik korban yang berisi uang sebesar Rp 7 juta, 1 buah hp Android merk Samsung Galaxy J7 Pro dan sepeda motor milik korban Honda Beat BK 5517 warna putih biru.

Polisi melakukan olah TKP di kontrakan korban. (medansatu.com/jh siahaan)

Setelah menguras harta korban, pelaku keluar dari pintu depan dan mengunci pintu dengan rantai yang digembok. Yakin, pelakunya telah pergi, korban merangkak dari pintu belakang, untuk meminta pertolongan kepada pemilik kontrakan.

Saat sampai di rumah Andi Sembiring-pemilik kontrakan, korban yang bersimbah darah langsung terkapar. Andi Sembiring bersama warga lainnya lalu melarikan korban ke RS Pertamina, Pangkalan Brandan. Hingga saat ini kondisi korban masih kritis.

Baca juga
Kisah Pilu di Balik Tewasnya Rudi di Tangan Selingkuhan Istri Muda: Demi Si Bungsu yang Rindu Ibu...

Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan SH SIK saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Juriadi SH MH membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Saat ditanya apakah sudah ada titik terang terkait perampokan berdarah tersebut, AKP Juriadi meminta wartawan untuk bersabar. “Masih lidik bang,” jawabnya. (medansatu.com/jh siahaan)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...