3 Tahun ‘Gituin’ Pacar di Bawah Umur, Pak Guru Nolak Tanggung Jawab Usai Lampiaskan Nafsu…

Loading...
Tersangka diamankan di Polres Sergai. (medansatu.com/istimewa)

MEDANSATU.COM, Sergai – Pak guru ini tak pantas ditiru. Perbuatannya sungguh memalukan. Setelah puas meniduri pacarnya berkali-kali selama bertahun-tahun, ia malah menolak bertanggung jawab. Ya beginilah akibatnya…

Seorang oknum guru honorer, RS alias Putra, ditangkap petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sergai setelah dilaporkan sang pacar, Bunga (18)-nama samaran, Selasa (8/1/2019).

Bunga terpaksa melaporkan RS karena menolak bertanggung jawab setelah ia menyerahkan ‘mahkotanya’.

Informasi yang dihimpun medansatu.com, Rabu (9/1/2019) menyebutkan, kisah pencabulan Pak Guru berawal saat ia resmi pacaran dengan Bunga, yang saat itu masih di bawah umur pada 3 tahun lalu. Gadis warga Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, inipun langsung klepek-klepek dipacari Pak Guru.

Sejak pacaran dengan Bunga, Putra yang tinggal di Perbaungan juga langsung mesum. Dengan dalih cinta sehidup semati, ia berhasil memperdaya Bunga sehingga menyerahkan keperawanannya. Perbuatan terlarang tersebut dilakukan di lokasi wisata Pantai Cermin pada 2015 lalu, saat Bunga berusia 15 tahun.

Setelah yang pertama, Putra pun ketagihan. Dengan gombalan maut, ia selanjutnya berhasil meniduri Bunga berkali-kali. Beberapa tahun berselang, Putra mulai bosan. Ia makin sulit dihubungi, Bunga pun resah.

Ia lalu menemui salah seorang keluarganya dan curhat atas apa yang dilakukan Putra. Cerita Bunga lalu disampaikan kepada ibu kandungnya, SR (56), yang kemudian melaporkan Putra ke polisi.

Loading...
loading...
Loading...
Loading...