Tenaga Kerja Asing di Asahan Wajib Bayar Retribusi USD 100…

(ilustrasi/istimewa)

MEDANSATU.COM, Asahan – Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), wajib membayar uang bulanan sebesar USD 100. Jika tidak, maka TKA tersebut akan dideportasi ke negara asal.

“Ini wajib. Dana itu disetor langsung ke kas daerah,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Asahan, H Nurdin, di ruang kerjanya, Rabu (9/1/2019).

Dia mengatakan, kewajiban itu sesuai dengan Perda No. 5 Tahun 2018 tentang Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). “Ini bentuknya retribusi yang wajib disetorkan TKA setelah tahun kedua bekerja di Kabupaten Asahan,” imbuhnya.

Didampingi Kepala Seksi Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Pemkab Asahan, Edy Catur, H Nurdin juga menyebutkan, sepanjang tahun 2018 retribusi TKA memberikan kontribusi sebesar Rp 188 juta lebih.

H Nurdin mengungkapkan, Disnaker Pemkab Asahan mencatat ada sebanyak 17 TKA yang saat ini sedang bekerja di daerah ini. Seluruhnya tersebar pada 3 perusahaan perkebunan dan industri berskala nasional, yaitu PT Bakri Sumatera Plantation (PT BSP), PT Sintong Abadi, serta PT Harvard Cocunut. Masing-masing TKA bekerja sebagai tenaga ahli.

“Jika ada masyarakat menemukan tenaga kerja asing di luar daftar tersebut itu berarti ilegal,” sebut Nurdin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penempatan sebanyak 17 TKA itu dinilai telah sesuai dengan Rencana Penempatan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia.

“Setiap tenaga kerja asing yang bekerja di Kabupaten Asahan wajib memiliki tenaga kerja pendamping lokal, hal itu dikarenakan untuk transmisi ilmu dan keahlian,” terangnya.

Setiap TKA di Kabupaten Asahan wajib melapor tiap bulan sebagai bentuk pengawasan terhadap TKA. Kemudian, tiap TKA wajib memperbaharui izin bekerja setiap tahunnya dari Dinas Perizinan pemerintah daerah setempat.

“Mengingat izin hanya berlaku satu tahun. Kita tidak izinkan kontrak kerja per lima tahun, tapi hanya kontrak kerja per tahun. Bagi TKA yang terbukti masa izin bekerjanya berakhir dan tidak memperbaharui izin, maka akan diserahkan ke Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) dan dideportasi ke negara asal,” jelasnya. (medansatu.com/deddy)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...