Parah! Bu Guru Ajak 5 Muridnya Masuk Kamar: “Yuk Main Masuk-masukan kemaluan, tidak berdosa…”

Loading...
Waka Polres Aceh Utara Kompol Edwin Aldro didampingi Kasat Reskrim Iptu Reski Kholiddiansyah saat konferensi pers, (inset) tersangka NU. (foto: istimewa/m24j)

Setelah di kamar, NU kemudian mengajak AL untuk bermain keluar-masuk kemaluan. “Yuk Main masuk-masukan kemaluan, tidak apa-apa, tidak berdosa,” kata NU kepada AL seperti dituturkan Kompol Edwin.
NU kemudian menyuruh bocah tersebut membuka celananya dan melakukan hubungan badan dengannya. Puas berhubungan badan dengan korban yang masih bocah, NU lalu memberikan sejumlah uang kepada AL.

Berhasil memperdaya AL, NU kemudian mengulangi perbuatannya pada Januari 2018 dengan korban SS. Bocah itu diajak masuk ke kamar untuk main ‘cium-ciuman’. “Korban SS sempat menolak, “Jangan bunda, nanti dosa”.

“Namun, NU yang sudah memuncak syahwatnya kemudian menjawab, “Tidak apa-apa, gak dosa,” sebut Kompol Edwin menirukan ucapan NU. Dengan modus yang sama, NU melakukan pencabulan kepada tiga murid lainnya.

Saat ditanya wartawan dalam konferensi pers tersebut, NU mengakui perbuatannya. Dia mengaku mencabuli bocah-bocah itu karena suka. “Saya melakukannya karena saya suka,” jawabnya sambil menunduk.

Akibat perbuatannya, NU dijerat Pasal 81 ayat (2) Jo pasal 82 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun.

Untuk proses hukum lebih lanjut, NU dan barang bukti telah diamankan polisi. NU sendiri telah dijebloskan ke sel tahanan sejak Senin, 28 Januari 2019. (*/medansatu.com/m24j/ajnn.net)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...