Tanda Merah di Leher Gadis Ungkap Kebejatan Kakek 60 Tahun, 3X dalam Semalam…

Loading...

MEDANSATU.COM, Kaltim – Ups! Kebejatan kakek 60 tahun ini terungkap karena tanda merah bekas ciuman (cupang) di leher gadis. Rasain! Bakal semakin menua di penjara…

Perbuatan kakek bernama Sapri ini sungguh keji. Ia tega memperkosa gadis cantik pengidap keterbelakangan mental, tetangganya sendiri, DE (24). Akibat perbuatannya, kakek 6 cucu tersebut ditangkap Polsek Samarinda Kota.

Saat ini, Kamis (7/2/2019), Sapri telah dijebloskan ke sel tahanan. Ia dijerat Pasal 285 KUHP tentang Perbuatan Asusila yang diikuti kekerasan.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota, Iptu Purwanto menjelaskan kronologi kejadian. Awalnua pada dini hari lalu, Sabtu (2/2/2019) korban datang seorang diri menemui pelaku yang bekerja sebagai penjaga di Bank Pasar Ronggolawe. “Dia (DE) pinjam handphone ke pelaku,” terangnya

Kondisi korban yang difabel tak membuat pelaku iba. Sapri malah memanfaatkan kepolosan korban. DE kemudian dibawa ke rumah keluarga pelaku di Jalan Biawan, Gang 5, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir. “Dia bilang ke keluarganya, kalau itu istri, dinikahi siri,” sambungnya.

Di rumah itu, DE dibuat tak berdaya. Ia tak mampu menolak kekuatan Sapri. Namun, sebelum memerkosa, pelaku lebih dulu mengancam bakal membunuh jika tidak menuruti kehendak pelaku.

Tak bisa mengelak, tiga kali perempuan difabel itu diperkosa dalam semalam. Korban lantas dibawa ke Pasar Pagi. Dibelikan pakaian. Setelah itu dibiarkan begitu saja. Padahal, keluarga DE panik mencari keberadaan perempuan tersebut.

Kemudian pada Minggu (3/2/2019), korban akhirnya ditemukan keluarganya. Ada bekas ciuman di leher korban. Saat diinterogasi, korban menceritakan semua perbuatan bejat pelaku. Keluarganya jelas tak terima dan membuat laporan ke polisi.

“Saya lihat, ada bekas cengkeraman di kedua lengan tangan. Makanya yang kami kenakan Pasal 285, karena ada unsur kekerasannya,” tambah Iptu Purwanto.

Namun, Sapri membantah jika dirinya memerkosa korban. “Suka sama suka, Pak,” akunya kepada polisi. Sapri mengaku, dia mengenal korban sekitar dua bulan belakangan, lantaran sering jalan-jalan di sekitar tempat kerjanya. “Soal berkilah itu hak dia (dengan alasan istri siri). Buktinya (kekerasan) ada,” pungkasnya. (*/medansatu.com)

Loading...
loading...
Loading...
Loading...